Minggu, 02 Desember 2012
DOA
nikmat duniawi.. yang seringkali membuat lupa diri..
bagai mentari tak menyinari.. membuat gelap hati.. lupa sradha dan bhakti..
hatiku tersentuh..
aku merasa berdosa..
semua perbuatan ku..
pikiranku..
perkataan ku..
aku telah lalai..
menjalankan segala perintah dari tuhanku..
aku yang berdosa..
tuhan..
ampuni aku..
aku berdosa..
ampuni aku tuhan..
sembah baktiku untuk mu tuhanku..
trimalah sujud baktki hambamu yang hina ini..
dalam doa mohon ampunanmu ..
dengan bhakti luruskanlah jalan umatmu ini..
Rabu, 28 November 2012
Tak Mampu
saat seperti ini..
ingin rasanya berlari..
terus berlari dan menjauh..
berteriak..
AKU TAK INGIN MENANGIS..
tak cukup lemah..
tak cukup..
masih bisa berdiri..
tapi tak kuasa..
tapi akan semakin sakit terasa..
jika harus dan terus berpura - pura kuat ..
tertawa bahagia.. seolah tak terjadi apa - apa..
semakin sakit terasa hati..m
tapi tak mampu..
tak mampu untuk mengatakannya..
tak mampu..
segala sesuatu..
akan berakhir seperti apa..
dimulai seperti ini..
akhirnya seperti apa..
aku bertanya!!!!
tapi aku tak menemukan jawabanya..
saat sedih dan kecewa..
diam menjadi jalan..
aku bukan malu..
tapi hanya tak mampu..
tak mampu mengutarakannya..
Kamis, 22 November 2012
aku belajar
aku belajar..
dari melihat..
ak belajar tentang kehidupan dan cinta..
dari melihat ak tau apa yang di rasakan orang lain..
dari melihat ak tau seberapa besar perasaan orang..
ak melihat mereka menangis..
ak melihat mereka semua tersenyum..
melihat mereka marah..
melihat mereka cemburu..
melihat mereka sedih..
melihat mereka jatuh cinta..
melihat mereka malu..
melihat mereka takut..
dari melihat ak tau semuanya..
but.. its no enought..
not just see or saw
tapi dari mendengar
aku juga tau kalo mereka sedang marah..
kalo meraka sedang merasa senang..
aku tau dari mendengar tiap kata yang keluar dari mulut mereka..
dan itu semua dapat aku rasakan dengan perasaanku..
dari melihat..
ak belajar tentang kehidupan dan cinta..
dari melihat ak tau apa yang di rasakan orang lain..
dari melihat ak tau seberapa besar perasaan orang..
ak melihat mereka menangis..
ak melihat mereka semua tersenyum..
melihat mereka marah..
melihat mereka cemburu..
melihat mereka sedih..
melihat mereka jatuh cinta..
melihat mereka malu..
melihat mereka takut..
dari melihat ak tau semuanya..
but.. its no enought..
not just see or saw
tapi dari mendengar
aku juga tau kalo mereka sedang marah..
kalo meraka sedang merasa senang..
aku tau dari mendengar tiap kata yang keluar dari mulut mereka..
dan itu semua dapat aku rasakan dengan perasaanku..
Kamis, 06 September 2012
Definisi Bimbingan Konseling
1.
Definisi tentang bimbingan konseling.
Bimbingan
dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara
perorangan ,maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal
dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kempapuan
belajar dan perencanaan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan
pendukung, berdasarkan norma – norma yang berlaku.
Pelayanan
dan bimbingan dan konseling disekolah memfasilitasi pengembangan peserta didik,
secara individual, kelompok, dan atau klasikal, sesui dengan kebutuhan,
potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang – peluang yang
dimiliki pelayanan ini juga membatu mengatasi kelemahan dan hambatan serta
masalah yang dihadapi peserta didik.
Definisi bimbingan
Sebagian
ahli telah merumuskan definisi bimbingan. Achmad Badawi (1973) mengemukakan
bahwa Bimbingan adalah proses bantuan yang diberikan oleh pembimbing terhadap
individu yang mengalami problem, agar si terbimbing mempunyai kemampuan untuk
memecahkan problemnya sendiri dan akhirnya dapat mencapai kebahagiaan hidupnya,
baik kebahagiaan dalam kehidupan individu maupun sosial.
Djumhur
dan Moh Surya (1975) mengemukakan bahwa bimbingan yaitu suatu proses pemberian
bantuan secara terus menerus dan secara sistematis kepada individu dalam
memecahkan masalah yang dihadapinya agar tercapainya kemampuan untuk memahami
dirinya atau (self understanding) kemampuan untuk menerima dirinya kemampuan
untuk dirinya (self direction), dan self realizaition (merealisai diri), sesuai
dengan potensi dan kemampuan dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan,
baik keluaraga, sekolah, maupun masyarakat.
Miller
(1961) mengemukakan bahwa guidence is the proses of helping individuals achieve
the self undersanding and self direction necessary to make the maximum
adjustment to school, home, and community.
Crow
& Crow (1960) mengemukakan bahwa bimbingan dapat diartikan sebagai bantuan
yang diberikan oleh seorang baik pria maupun wanita, yang dimiliki pribadi yang
baik dan pendidikan yang memadai, kepada sorang individu dari setiap usia untuk
menolongnya mengemudikan kegiatan – kegiatan hidupnya sendiri, membuat
pilihannya sendiri dan memikul bebannya sendiri.
Dari
beberapa rumusan definisi bimbingan tersebut dapatlah ditarik beberapa unsur
yang terkandung didalam sbb,
a. Pembimbing,
yaitu seseorang yang karna keahlian dan kewenangan memberikan bantuan kepada
Konseli.
b. Terbimbing,
yaitu seseorang yang karena maslah dan keterbatasan kemampuan menerima bantuan
dari konselor.
c. Masalah,
yaitu sesuatu yang sedang dihadapi terbimbing/konseli untuk memperoleh
penyelesaian.
d. Proses,
yitu terjadinya interaksi antara pembimbing dan terbimbing dalam penyelesaian
masalah.
e. Tujuan,
yaitu sesuatu yang ingin dicapai oleh pembimbing, dalam arti dapat membantu dan
memncapai hasil yang baik; dan terbimbing, dalam arti dapat menyelesaikan
masalahnya sendiri dan dapat bahagia.
Definisi konseling
Walgito
(1980) mengemukakan bahwa counseling atau konseling adalah bantuan yang
diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupanya dengan
wawancara, dengan cara – cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi
untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.
Gleen
E .Smith (1955) mengemukakan : konseling adalah suatu proses dimana konselor
membantu konseli dengan membuat interpretasi mengenai fakta – fakta yang
berhubungan dengan pemilihan, rencana atau penyesuaina yang ia butuhkan.
C. Patterson
(1959) mengemukakan: ...the process involving interpersonal relationship
between a therapist an one or more clients pray with the former employs psycologikal
methods based on systematic knowledge of human personality in attempting to
improve the mental health of the latter.
Langganan:
Postingan (Atom)